Langit

Langit belakangan seriak dengan obituari. Ia banyak mendung dan menyimpan sedih di dalam hujan. Wajahnya digambar lewat rupa rupa awan kelabu yang berjejeran. Ketika lelah menanggung beban, maka tumpahlah menjadi rintik sampai ke tanah jauhnya. Aku yakin ia sedang tidak baik baik saja. Atau barangkali dukanya diam diam ia simpan dan semayamkan pada bulan bulan ini. Agar pada bulan bulan berikutnya ia bisa bersinar dalam kemarau panjang. Ah, penciptanya begitu agung. Menjadikannya menangis sampai kering air matanya. Menjanjikannya rupa rupa ceria setelahnya. Kemarin ketika aku berkunjung di balkon kamar, kutatap dalam dalam wajah pasinya. Ia menyunggingkan senyum sedikit, dikatakannya bahwa ia baik baik saja. Hanya agak sedikit berat membawa hujan kemana mana dan harus menunggu sore untuk ditumpahkan.

Andai jadi engkau, barangkali aku sudah gantung diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s