Pengingat Lupanya Sendiri (2)

Tak ada yang ku ingat dalam parasmu

Sepasang mata sayup

Bulu mata tanggal yang senantiasa ku tiup

Gincu merah merekah

Sebab jeda dalam sua

 

Aku sampai lupa

Aku mengingat sampai lupa

Aku mengingat sampai tidak ingat

Sepasang mata sayup itu

Bulu mata tanggal yang tak kubiarkan menempel pada kerut tawamu

Sebab jeda dalam sua

 

Aku sedang mengingat

Aku sedang mengingat sampai ingat

Aku sedang mengingat sampai tidak lupa

 

Dari obrolan obrolan sunyi

Dari dongeng dongeng cengeng

Dari amarah amarah penuh getah

Sampai merupa parasmu

 

Aku yang sedang mengingat

Agar tidak lupa

Parasmu

 

Nurul Widianto

Di balik kertas minyak

Minggu, 25 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s