Salwaka

Ini tentang perempuan

Yang ingin menjadi sederhana

Dalam ramah tamahnya terhadap hari

Yang katanya mencintai selekat nadi

Pun mengasihi setulus nurani
Ini tentang perempuan

Yang ambang batas mencintainya di luar nalar

Mencoba menyederhanakan diri

Menjadi klasik yang lebih patut disebut menyayangi

Kemudian ia merenung

Bisakah harga cintanya cukup serupa perak

Yang harganya tak semahal emas

Namun sederhananya mengawini sahaja
Salwaka

Ini tentang perempuan

Yang menggelayutkan diri pada tautan bernama hati
Salwaka

Ini tentang perempuan

Yang sedang singgah di pelataran lelaki

Advertisements

Tubuhku dan Tubuhmu

Adalah kita

Sisa pertayuban sejati dari seorang rama

Yang menitip sejumput mani di kandung ibu

Darah darah kita mengalir dalam alur

Rute yang kemudian menjadi segumpal daging tanpa nyawa

Belulang kita memanjangkan diri

Menjadi topang topang diantara onggok daging

Kemudian jantung beserta mata mata kita

Ia mulai dihidupkan

Lepas doa rama di malam ke seratus dua puluh

Tubuhku dan tubuhmu dibangunkan

Kita sempat ketakutan bukan?

Tatkala suara keras itu menghantam telinga dan hati kita

Ketika kita sedang dalam lamunan di rahim ibu

Suara itu menyumpah kita

Suara itu mengeja apa apa yang akan menjadi takdir kita lepas pergi kelana dari rahim ibu

Tubuhmu dan tubuhku menangis bukan?

Sesegukan?

Bahkan kita berpegang erat pada plasenta ibu

Biar tubuhmu dan tubuhku tetap ada di sini

Dalam gelap rahim ibu

Yang selalu didongeng dengan doa doa rama sepanjang malam

Yang selalu dihangatkan ibu dengan selimut panjang

Tapi kemudian

Tubuhmu dan tubuhku kian menyempitkan rahim ibu

Menjadikan tangisan di pelupuk mata ibu pecah

Ia mulai kelelahan dengan adanya kita

Tubuhmu dan tubuhku berteriak

“Aku enggan meninggalkan rahimmu, Ibu!”

“Aku takut menjadi orang orang papa setelah aku keluar dari sini!”

“Aku ingat benar suara suara yang mengeja nasib kita segamblang gamblangnya ketika jantung kami dihidupkan!”

“Biar kami besar di sini!”

“Dunia katanya terlampau lucu!”
Lorong lorong itu memaksa tubuhku dan tubuhmu keluar

Kudapati wajah wajah

Dengan seringai senyum di bibir mereka

Kudapati tangisan tangisan rama

Dengan peluk hangat kepada ibu

Tubuhku dan tubuhmu

Telah sampai
QS. Al-Mu’minun 14