Aroma Dini Hari

Pada pagi di mana ia kehilangan pandangannya

Pada pagi di mana ia kehilangan pendengarannya

Buta

Sunyi

Kudapati lorong satu setengah meter

Diantaranya tertata wangi wangi nyinyir dari anus pemilik-pemiliknya

Semerbak merayuku untuk menjamah

Lekuk-lekuk menggodaku dengan gincu seadanya

“Kotorku harus jadi bersih..”

Hormon sisa kopi bekerja sebagaimana mustinya

Pening kepala menjadi pengiring orkestra utama

Aku mulai  beranjak
Di pagi yang kehilangan penglihatan juga pendengarannya

Buta, sunyi

Aku berkelahi dengan aroma dini hari
Purwokerto, 28 September 2016

Experimental Farm

Advertisements

Ada harga untuk sebuah keterlambatan!

Ada harga untuk sebuah keterlambatan!

Sepuntung rokok yang kehilangan tubuhnya karena terlambat menyelamatkan diri dari api
Puisi-puisi kehilangan rima karena terlambat datang di akhir bait
Atau acrilyc yang kehilangan warnanya karena terlambat bersembunyi dari cipratan air

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keterlambatan!

Bilik-bilik rumah yang kosong karena terlambat dihuni
Rumput-rumput yang mati karena terlambat dikasihani matahari
Atau anak-anak yang kehilangan jati diri karena terlambat dicintai orang tuanya

Ayah mati di tangan kelaliman

Ibu menangis sepanjang malam

Kakak pergi dengan niat kelana

Kemudian aku?

Ada harga untuk sebuah keterlambatan!
Ialah kehilangan

Purwokerto, 17 September 2016