Jelaga

Nadaku melambat

Nadiku melemah

Nanarku menatap potretmu di buku

Kini aku temukan arti kata jelaga

Yaitu sesuatu yang menimbukan asap hitam

Hati

Lalikan ini jika mampu dilalikan

Tetapi teramat sayang karena sayang

Aku diminta tidur

Saran kawan

“Matamu sembab begitu, tak payahlah lagi belajar!”

Aku diam

“Hatiku berjelaga! Kini”

Mereka diam

“Bodoh!”

Aku meracau

“Dia yang bodoh!”

Mereka mencerca

Hatiku berjelaga

Kini

SUSTAINABLE PALM OIL UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Indonesia, negara dengan sejuta kekayaan alamnya. Tidak akan cukup waktu sehari untuk membicarakan kekayaan alam Indonesia yang sudah melegenda. Sektor sandang, papan dan pangan mampu tercukupi apabila benar pengelolaannya. Satu sektor yang amat sangat perlu diperhatikan adalah sektor pangan. Karena pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa diganggu gugat pemenuhannya. Sayangnya banyak sekali pengelolaan sumber pangan yang tidak benar hingga menimbulkan banyak sekali permasalahan, terutama di bidang lingkungan. Padahal manusia akan dapat hidup nyaman di lingkungan yang nyaman pula. Apabila lingkungan sudah terganggu maka kelangsungan hidup manusia yang tinggal di dalamnya juga akan terganggu. Tiga sektor penghasil pangan terbesar di Indonesia adalah sektor pertanian, peternakan, dan maritim. Mereka semua berdiri dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Belakangan ini, satu sektor yang menjadi sorotan utama yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan adalah sektor pertanian, perkebunan lebih tepatnya. Perkebunan apakah itu? Jawabannya adalah perkebunan kelapa sawit. Terdapat 10.956.231 Ha perkebunan sawit di Indonesia menurut data statistik tahun 2014. Luas yang fantastis bukan? Padahal kita tahu bahwa kelapa sawit memberikan dampak negatif bagi lingkungan, terutama tanah dan udara. Satu batang pohon kelapa sawit menyerap 12 persen unsur hara di dalam tanah. Apabila hal ini berlangsung terus menerus maka tanah di sekitar perkebunan kelapa sawit menjadi tidak bisa termanfaatkan lagi untuk menanam tanaman lain. Memang benar selalu ada peremajaan tanah setelah pemanenan kelapa sawit, tetapi seringkali kecurangan dilakukan oleh pemilik perkebunan yaitu dengan melakukan pembakaran lahan agar lebih efisien waktu. Dengan begitu, udara menjadi tercemar karena hasil pembakaran yaitu asap. Masyarakat Indonesia sudah tahu benar bahwa siklus kemarau dan penghujan di Indonesia sudah tidak teratur. Saat ini Indonesia sedang mengalami kemarau panjang. Indonesia sudah dalam keadaan darurat asap karena kebakaran hutan. Masyarakat sudah sangat menikmati siksaan diri secara perlahan karena asap. Alangkah tidak elok apabila para pemilik perkebunan sawit melakukan pembakaran lahan kelapa sawit sebagai solusi peremajaan tanah untuk penanaman sawit kembali. Hal ini lagi-lagi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia bagaimana mengatasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum kelapa sawit yang melakukan pembakaran perkebunan. Pemerintah harus mencari solusi terbaik agar tidak merugikan pihak manapun. Baik untuk lingkungan serta konsumen kelapa sawit sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri hasil utama dari kelapa sawit, yakni minyak kelapa sawit merupakan produk minyak yang sangat baik. Minyak kelapa sawit tahan terhadap suhu tinggi, selain itu tekstur yang lembut sangat cocok untuk digunakan untuk menghasilkan produk olahan makanan yang baik, apalagi sawit diketahui dapat memperpanjang masa simpan makanan. Berdasarkan kelebihan dan kekurangan kelapa sawit inilah pemerintah harus mengambil langkah tepat. Tetap membuat minyak kelapa sawit di Indonesia memiliki daya saing di kelas dunia, tetapi di sisi lain pemerintah harus memperhatikan para pemilik perkebunan kelapa sawit untuk melakukan proses produksi yang ramah lingkungan. Tidak hanya memperhatikan produk yang baik tetapi juga memperhatikan proses yang baik untuk menghasilkan produk yang baik pula. Sehingga  akan tercipta minyak kelapa sawit yang berkelanjutan, dan konsumen dapat menikmati produk kelapa sawit yang berkualitas tanpa merasa bersalah karena seolah-olah mendukung dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkebunan kelapa sawit. Bagaimanapun, produk olahan yang baik akan memperbaiki kecukupan gizi para konsumen. Secara tidak langsung minyak kelapa sawit berkelanjutan dapat mencerdaskan bangsa. Semoga harapan konsumen didengar oleh pemerintah, kesemuanya ini adalah untuk lingkungan yang lebih baik. Untuk Indonesia yang lebih baik.